Tren gudang 2025 dipenuhi tuntutan throughput tinggi, SKU beragam, dan efisiensi biaya. Rak heavy duty tetap menjadi tulang punggung—tapi memilih jenis yang tepat menentukan kapasitas, kecepatan akses, sampai strategi FIFO/LIFO Anda. Di bawah ini adalah 7 jenis rak heavy duty paling laris beserta fungsi, plus kapan menggunakannya. Untuk pengadaan & konsultasi, RakHeavyDutyMurah.com menyediakan racking gudang berkapasitas besar dengan material baja dan instalasi profesional.
1) Selective Pallet Racking — fleksibel & akses langsung
Apa itu: Sistem racking paling populer untuk gudang multi-SKU. Setiap palet dapat diakses langsung tanpa memindahkan palet lain, sehingga cocok untuk rotasi cepat dan variasi item tinggi. Selective mendukung FIFO maupun LIFO tergantung alur kerja Anda.
Kapan dipakai: Saat Anda membutuhkan selectivity maksimum (akses cepat ke banyak SKU), tingkat persediaan menengah, dan fleksibilitas menambah/merelokasi lokasi pallet. Selective umum dipakai pada e-commerce, 3PL, dan manufaktur yang menyeimbangkan kecepatan picking dengan biaya investasi. (Selective umumnya cukup tangguh untuk beban berat dan kompatibel dengan banyak komponen “teardrop”.)
Nilai lebih: Mudah ditingkatkan (add-on bay/level) dan biaya awal paling efisien per lokasi pallet dibanding sistem high-density. Untuk suplai Selective Pallet Racking, RakHeavyDutyMurah.com juga menekankan ketahanan dan fleksibilitasnya.
2) Double Deep Racking — padat, masih ekonomis
Apa itu: Variasi selective yang menempatkan dua pallet dalam kedalaman pada satu sisi lorong. Kepadatan naik ~30–50% tergantung layout, namun akses menjadi First-In/Last-Out pada level lane dan memerlukan reach truck.
Kapan dipakai: Cocok untuk SKU menengah (tidak terlalu banyak), batch besar, dan saat biaya lahan menuntut kepadatan lebih tanpa melonjak ke investasi sistem yang sangat kompleks. Double Deep menekan jumlah lorong—kompromi yang pas antara kapasitas dan selectivity.
3) Drive-In / Drive-Thru Racking — densitas maksimum
Apa itu: Forklift masuk ke dalam struktur rak untuk menempatkan/mengambil pallet pada rel interior. Drive-In umumnya LIFO dari satu sisi; Drive-Thru memungkinkan akses dua sisi sehingga aliran barang lebih fleksibel. Sistem ini meminimalkan lorong untuk kepadatan penyimpanan tertinggi.
Kapan dipakai: Ideal untuk SKU homogen dengan volume besar (mis. bahan baku, barang musiman), ketika biaya per lokasi pallet harus ditekan dan rotasi tidak menuntut FIFO yang ketat. Pastikan standar safety (guide rail, stop, dan pelat lantai) dipenuhi karena forklift beroperasi di dalam struktur.
4) Push Back Racking — LIFO cepat, multi-pallet per lane
Apa itu: Sistem cart-on-rail dinamis; tiap lane menampung beberapa pallet. Saat pallet baru didorong masuk, pallet sebelumnya mundur; saat diambil, pallet di belakang meluncur maju. LIFO by design, tetapi lebih selektif dan lebih cepat dibanding drive-in karena operator tidak perlu masuk ke struktur.
Kapan dipakai: Bila Anda ingin kepadatan tinggi + produktivitas forklift (lebih sedikit waktu manuver). Cocok untuk SKU menengah-tinggi dengan rotasi cepat, selama LIFO bisa diterima. Banyak vendor menekankan efisiensi operasional push-back vs. drive-in pada setiap siklus pengambilan.
5) Pallet Flow (Gravity Flow) — FIFO murni, throughput tinggi
Apa itu: Lane dengan roller yang dimiringkan tipis; pallet dimuat dari sisi “infeed” dan mengalir ke depan secara gravitasi ke sisi “pick face”. Ini adalah FIFO murni, sangat ideal untuk barang time-sensitive (kedaluwarsa/best-before). Biasanya terdapat roller rem dan separator untuk keamanan & kontrol kecepatan.
Kapan dipakai: Saat Anda mengejar perputaran stok cepat dan pemisahan jalur loading vs. picking agar forklift tidak saling mengganggu. Pallet Flow menawarkan densitas dan throughput tertinggi di kelasnya, dengan biaya lebih premium karena komponen flow-lane.
6) Cantilever Racking — untuk barang panjang & tidak beraturan
Apa itu: Rak tanpa tiang depan; beban disangga lengan (arms) pada kolom vertikal. Dirancang khusus untuk barang panjang/bulky seperti pipa, besi profil, kayu, gulungan, atau material sheet. Akses depan terbuka memudahkan loading dari sisi mana pun.
Kapan dipakai: Kalau pallet standar tidak praktis (dimensi terlalu panjang/lebar). Cantilever menjaga keselamatan & kerapian penyimpanan material panjang sambil mempertahankan kapasitas beban yang tinggi dan konfigurasi arm yang adjustable.
7) Mezzanine Racking / Mezzanine Floor — lipatgandakan luas pakai
Apa itu: Struktur baja bertingkat yang menggandakan/men-tripling area guna dengan memanfaatkan ruang vertikal. Dapat dikombinasikan dengan racking di bawah/atas untuk penyimpanan + area kerja (picking, QC, kantor). Solusi paling hemat untuk menambah ruang tanpa ekspansi bangunan.
Kapan dipakai: Saat gudang “penuh” secara horizontal namun tinggi ruang masih tersedia. Mezzanine cepat dipasang, kustom, dan sering kali lebih cost-effective daripada relokasi atau menyewa gudang tambahan.
FAQ Singkat
Apakah Selective bisa FIFO?
Bisa—karena tiap pallet dapat diakses langsung, Selective dapat dijalankan sebagai FIFO maupun LIFO sesuai proses.
Apa beda Push-Back vs Drive-In?
Keduanya high-density. Push-Back memakai kereta/rel (LIFO) dan lebih cepat karena forklift tidak masuk struktur; Drive-In menuntut forklift masuk untuk menempatkan/mengambil pallet.
Kapan wajib FIFO murni?
Untuk barang date-sensitive (pangan/farmasi). Pallet Flow adalah opsi paling pas karena jalur masuk dan ambil terpisah dan barang otomatis mengalir ke pick face.
Penutup
Memilih rak heavy duty adalah soal strategi operasional: seberapa padat Anda ingin menyimpan, seberapa cepat Anda ingin mengakses, dan bagaimana stok berputar. Selective, Double Deep, Drive-In/Through, Push-Back, Pallet Flow, Cantilever, dan Mezzanine mencakup 90% kebutuhan gudang modern 2025. Untuk konsultasi desain, estimasi kapasitas, hingga pemasangan di lokasi, Anda bisa menghubungi tim RakHeavyDutyMurah.com—spesialis racking warehouse heavy duty.












